Psikosomatik

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi kejiwaan yang tidak stabil, dan ternyata hal tersebut berpengaruh terhadap gangguan fisiknya. I have been in this situation before, tapi Alhamdulilah ga sampai mengunjungi dokter bahkan sampai minum obat anti-depresan. Saya pun pernah mengenal beberapa pribadi yang mengalami hal ini, sehingga kali ini saya mencoba menulis mengenai Psikosomatik. Psiko berarti jiwa, somatik artinya badan/tubuh/soma. Psikosomatik merupakan keluhan fisik/tubuh sebagai akibat kondisi kejiwaan.

Bentuk emosi manusia ada yang positif dan tentunya ada yang negatif. Yang perlu diwaspadai adalah emosi negatif, karena berdampak buruk terhadap hormon dan sistem kekebalan tubuh manusia. Kemarahan, depresi, isolasi sosial merupakan emosi-emosi yang tidak baik di”pelihara”(memangnya kucing.., dipelihara :P  hehhehe…).

Ketika seseorang gagal me-manage stres-nya, maka dia bisa terserang nyeri di bagian dada, jantung berdebar lebih keras dan kencang, mengalami gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan kulit, pencernaan, maupun urogenital. Sakit fisik tersebut merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi diri dari serangan emosional atau psikis bertubi-tubi yang datang dari pikiran bawah sadar.

Profil penderita psikosomatik, biasanya terkait dengan orang-orang yang ambisius, perfeksionis, dan sangat berpatokan pada target. Karakter ini akan mempersepsi lingkungan menjadi lingkungan berstres tinggi. Nah ini nih… ketika sang perfeksionis tidak mendapatkan/mencapai target2 yang sudah di-set sedimikan rupa di kepalanya, tapi ternyata takdir berkata lain atau target2 tersebut ternyata tidak dapat dicapai, pada akhirnya sang perfeksionis kehilangan arah. Bisa juga sang perfeksionis tidak mendapati orang-orang yang perfect dalam inner circle/lingkungan kerja yang sesuai dengan harapannya, hal tersebut juga dapat memicu stress sang perfeksionis. Sebenarnya kuncinya ada di : deal with the situation, ignore all the hate, onward and upward.
Kita boleh perfect, tapi gak bisa berharap kalo hal-hal yang ada lingkungan sekitar kita juga perfect. accept it..

Menurut Kubler-Ross model, terdapat 5 tahapan psikologis dalam menghadapi kehilangan/kekecewaan, yang biasa disebut dengan DABDA (Denial, Anger, Bargaining, Depression, Acceptance). Saya sendiri merasa pernah mengalami fase denial, anger, bargaining , depression sampai dengan pada tahap acceptance.

Tahap pertama adalah penyangkalan (denial) yaitu tidak menerima, tidak percaya, merasa terpukul, menolak semua fakta, informasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang dialaminya.

Tahap kedua yaitu Marah (anger), kondisi dimana butuh pelampiasan atas kekecewaan yang dialami. Marah ini bisa dalam bentuk menyalahkan diri sendiri dan atau orang lain atas apa yang terjadi padanya, serta pada lingkungan tempat dia tinggal. Di tahap ini, sebuah nasihat tidaklah diperlukan, karena baginya nasihat adalah bentuk judgement yang malah memperburuk kondisi psikisnya, dan membuatnya menjadi sebagai “terdakwa”atas hal buruk yang menimpanya.

Tahap berikutnya adalah Bargaining (tawar-menawar), pada tahap ini kita merasa ingin memperbaiki keadaan dengan berjanji menjadi pribadi lebih baik, menjadi lebih sering berdoa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tahap ke-empat yaitu Depression, fase kesedihan yang mendalam. Dalam fase ini kita menjadi sangat sensitif, tidak menerima judgement dari orang sekitar, kurang bersemangat, merasa kurang berharga, serta cenderung menarik diri dari lingkungan.

Fase mourn yang terakhir yaitu Acceptance, penerimaan atas apapun yang telah dialami, menerimanya sebagai takdir yang tidak dapat diubah.

Ke-lima fase di atas adalah hal yang fitrah dialami semua orang, tinggal bagaimana kita menghadapi dan melaluinya. Ada yang kemudian terpuruk dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi, ada juga yang move on dan bisa melompat lebih tinggi lagi dari keterpurukan yang dialaminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: