Generasi X, Y dan Zoomer

Perbedaan karakter manusia adalah sesuatu hal yang menarik untuk dipelajari. Berikut beberapa summary dari tulisan Cheryl Cran, tentang Generasi X, Y dan Zoomer. Karena merupakan buku terjemahan, jadi bahasa teks-nya agak sedikit kurang ‘luwes’dibaca.

Adapun gambaran umum dari masing-masing generasi dijelaskan di http://www.herdwisdom.com/blog/xyz-how-generation-affects-employee-engagement/ sebagai berikut:

Baby Boomers are the oldest individuals in the workplace, born between 1946 and 1964, although those older than 65 are most likely retired.

Generation X refers to individuals born between 1965 and 1979.

Generation Y (also known as Millennials) refers to people born between 1980 and 2000.

Generation Z are the youngest of the bunch and you may not have any in your workplace as they refer to people born between 2001 and 2012, making the oldest of them just old enough to work.

What do these age groups mean for the workplace and employee engagement?

Generasi X :

  1. Mereka selalu mencari kesempatan
  2. Mereka tidak setia pada perusahaan, tetapi mereka setia pada manajer
  3. Mereka melihat rekan kerja sebagai pesaing
  4. Kehidupan mereka berada di posisi pertama dalam hidup mereka, pekerjaan di posisi kedua
  5. Mereka sudah biasa dengan perampingan perusahaan
  6. Mereka menginginkan hubungan yang informal dengan figur otoritas
  7. Mereka menginginkan perhatian, pengakuan dan penghargaan

Generasi Y :

  1. Mereka mau tetap terhubung, dan saat bangun tidur pun kemungkinan besar mereka akan mengirim pesan teks kepada teman-teman mereka sebelum mereka mandi
  2. Mereka mau merasa berarti dan dikenal karena kontribusi mereka (mereka dibesarkan oleh orang tua yang terus menerus mengatakan kepada mereka “Kamu hebat.. Kamu bisa menjadi apa saja dan bisa melakukan apa saja”)
  3. Mereka ingin menjadi terkenal – Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai macam social media dapat mewujudkannya
  4. Mereka melihat kerja sebagai kesempatan sosial untuk mencari koneksi, mencari ilham (brainstorm), dan bekerja dalam berbagai proyek.

Para Zoomer :

  1. Menikah dengan anak-anak yang sudah dewasa dan sekarang mau bepergian dengan pasangannya
  2. Tidak menikah dengan orang tua yang sudah berumur dan bertanggungjawab atas kesejahteraan orang tuanya
  3. Menikah untuk kedua kalinya dengan anak  bayi atau anak adopsi dan menginginkan stabilitas
  4. Dalam hubungan alternatif dan ingin menjadi relawan di negara dunia ketiga.

Keterampilan/Pengalaman masing-masing Gen:

Gen X :

  • Fokus pada proyek
  • Independen
  • Strategis
  • Ramah namun berhati-hati
  • Adaptif secara strategi

Gen Y :

  • Pintar teknologi
  • Belajar dalam kelompok
  • Kreatif
  • Ramah dan terbuka
  • Mudah menyesuaikan diri (adaptif)

Zoomer :

  • Trampil berinteraksi dengan orang (people skills)
  • Berinisiatif (self starter)
  • Fokus pada tujuan (goal setter)
  • Profesional dan kurang membuka diri
  • Adaptif hanya bila diharuskan

 

Cara Berkomunikasi dengan Gen X, Y dan Zoomer :

Berkomunikasi dengan Gen X :

  • Para Gen X berjuang untuk naik jabatan dan mengambil alih posisi para Zoomer, maka menggunakan bahasa yang menghargai kontribusi mereka akan memberikan hasil yang baik
  • Gen X yang gila kendali dengan waktu sangat mengutamakan efisiensi, manajemen waktu, dan jadwal proyek. Pastikan Anda menghormati dan memperhatikan kebutuhan mereka tentang hal tersebut.
  • Gen X bisa menjadi tidak sabar dengan Zoomer yang mengeluh, karena mereka merasa bahwa seseorang hanya perlu “melakukannya”
  • Gunakan bahasa langsung ke intinya dan berikan sumber daya-nya langsung. Gen X merasa tidak punya waktu untuk berbicara berputar-putar
  • Para Gen X memiliki keluarga sehingga mereka berusaha untuk bekerja sebanyak mungkin dalam jam kerja. Hindari meminta mereka bekerja pada akhir pekan atau malam hari karena generasi ini ingin menyeimbangkan kerja dengan kehidupan berkeluarga.
  • Berikan potensi jenjang karier yang nyata bagi Gen X.

Berkomunikasi dengan Gen Y:

  • Gunakan kata-kata pendek dan bahkan gaya pesan instan kalau berkomunikasi dengan mereka melalui ponsel.
  • Para Gen Y merasa bahwa surel itu kuno dan lebih suka mengirim dokumen kepada Anda melalui MSN, Facebook, atau Skype. LINE, Whatsapp, Telegram maupun aplikasi-aplikasi yang memiliki fitur emoticon yang lebih unik. Namun mereka akan menggunakan surel, asalkan isinya pendek, baik, dan lugas.
  • Apabila lingkungan kerja Anda terbuka dan luwes, anjurkan menggunakan nama panggilan dalam tim. Mereka sangat menyukai tipe hubungan seperti itu.
  • Bangkit dan cepat gunakan Twitter, Youtube, Instagram, Ask FM, dan sosial media lainnya. Ini adalah cara mereka mendapatkan berita.
  • Jaga cara dan nada bicara Anda tetap positif. Gen Y menanggapi cara yang positif dan tidak menerima kritikan seperti Gen X atau para Zoomer. Gunakan pendekatan “ïni adalah hal yang kamu lakukan dengan baik dan ini adalah hal dimana kamu masih memerlukan bantuan, jadi ini ada pilihan untuk belajar agar menjadi lebih baik.”
  • Para Gen Y tidak menanggapi taktik intimidasi atau “lakukan ini atau kamu dipecat”. Mereka lebih baik berhenti daripada harus menghadapi lingkungan kerja yang tidak ada kebebasan (autocratic), karena keyakinan mereka bahwa hidup ini terlalu singkat.

Berkomunikasi dengan Gen Zoomer:

  • Beri bukti bahwa sesuatu akan diselesaikan dengan menunjukkan tenggat waktu atau data kemajuan proyek terbaru.
  • Bicara dengan cara yang lebih profesional dan hormati posisi mereka.
  • Saat mengirim surel, masukkan harapan yang nyata dan jangan beri tembusan ke semua orang dan siapapun.
  • Hormati garis kewenangan di tempat kerja dengan tidak langsung ke bos mereka tanpa sepengetahuan bos Anda. Berkomunikasilah langsung dengan bos atau Rekan Anda.
  • Jangan mengejutkan seorang Zoomer dengan menahan informasi yang mereka perlukan untuk bos mereka atau untuk rapat penting.
  • Berkomunikasi dengan langsung, profesional, dan langsung ke tujuannya sementara tetap dengan cara yang baik. Jangan bicarakan tentang masalah pacar Anda.
  • Gunakan bahasa tegas yang menunjukkan solusi, seperti “Saya akan melakukan ini” atau “Kita bisa mengembangkan bisnis kita dengan…” . Jangan katakan, “Cara yang kita lakukan ini payah..”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: