PENILAIAN AKTIVA TETAP

Lagi baca-baca Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.010/2015 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap untuk Tujuan Perpajakan bagi Permohonan yang diajukan pada Tahun 2015 dan Tahun 2016, akhirnya nulis new post, biar blog-nya gak kering.ūüėÄ

Jadi tahun 2015 ini merupakan tahun keterpurukan penerimaan Dirjen Pajak, salah satu upaya agar penerimaan pajak ga nyesek banget yaitu dikeluarin satu kebijakan keringanan PPH revaluasi asset, yang diturunkan dengan tarif berjenjang, dari yang tadinya 10%, menjadi 3%, 4% dan 6%.

Sebelum ke pembahasan, pertama-tama kita kenalan sama KJPP atau Kantor Jasa Penilai Publik, yang menurut PMK Nomor 101/PMK.01/2014 adalah badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya.

Contoh nama KJPP di Jakarta:

AHDR & rekan (Antonius Herutono Djasmanuddin Robby & Rekan)

Sarwono, Indrastuti & Rekan

Toto Suharto & rekan

Stefanus Tonny Hardi & rekan

Fungsi penilaian? Untuk menyehatkan posisi keuangan, agar lebih mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Kenapa direvaluasi? Karena terjadinya fluktuasi harga atau nilai tukar yang cukup tinggi.

Dampak revaluasi aktiva tetap?

  1. Dengan adanya kenaikan nilai aktiva tetap menyebabkan beban penyusutan aktiva tetap yang dibebankan pada HPP atau dibebankan pada Laporan Laba Rugi menjadi ikut naik.
  2. WP bisa membuat perencanaan perpajakan yang bertujuan untuk menghemat pembayaran pajak
  3. Posisi aktiva didalam neraca menunjukkan nilai yang wajar, sehingga mempermudah pemakai laporan keuangan untuk mendapat informasi yang tepat & akurat.
  4. Selisih lebih penilaian kembali akan menyebabkan struktur modal meningkat, artinya bahwa DER (Debt to Equity Ratio) semakin membaik. Semakin bagus nilai DER menjadikan perusahaan dapat melakukan peminjaman ke pihak ketiga atau emisi saham.
  5. Apabila perusahaan akan melakukan go public atau melakukan merger, revaluasi akan memberikan jaminan kepada investor bahwa nilai obligasi memiliki jaminan yang memadai atau harga saham yang dikeluarkan sesuai dengan kekayaan yang sebenarnya.
  6. Dikenakan pajak final 10% atas selisih dari nilai pasar wajar dengan nilai buku.

Manfaat revaluasi:

  1. Penghasilan Kena Pajak berkurang karena beban penyusutan menjadi lebih besar, sehingga pajak penghasilan terhutang menjadi berkurang.
  2. Terjadi penambahan modal tanpa harus melakukan penyetoran modal secara tunai.
  3. Memperbaiki cash flow
  4. Memperbaiki angka Debt to Equity Ratio
  5. Meningkatkan Rate of Return, Likuiditas dan Kredibilitas.

Nah.. menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-37/PJ/2015, Tata Cara Pengajuan Permohonan dan Pengadministrasian Penilaian Kembali Aktiva Tetap bagi perusahaan yang belum ngajuin revaluasi, itu musti melengkapi dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Ngisi form permohonan
  2. Bikin perkiraan nilai aktiva tetap
  3. SSP atas PPh dari perkiraan kenaikan nilai aktiva yang direvaluasi
  4. Daftar aktiva yang akan direvaluasi (ada di lampiran IV PER-37/PJ/2015)
  5. Laporan Keuangan
  6. Foto copy ijin usaha KJPP/ahli penilai

Terus kalo hasil revaluasi dari KJPP-nya udah keluar, maka si WP balik lagi ke Kantor Pajak buat ngelengkapi dokumen:

  1. SSP sisa kekurangan bayar atas hasil revaluasi (ini kalo hasil revaluasi dari KJPP-nya ternyata lebih gede dari nilai perkiraan semula), tapi kalo hasil revaluasi dari KJPP-nya lebih kecil, maka akan diproses pake pengembalian oleh Kantor Pajak.
  2. Laporan Penilaian Kembali dari KJPP/ahli penilai
  3. Daftar aktiva hasil penilaian kembali

Detail atas PMK 191-nya gak dijelasin panjang lebar disini, soalnya pake frame time, kurang lebih gini:

20 Oktober 2015 s.d. 31 Des. 2015

1 Januari 2016 s.d. 30 Juni 2016

1 Juli 2016 s.d. 31 Des. 2016

Pencatatannya gimana?

Jadi nilai baru atas aktiva tetap yang direvaluasi sudah pasti kan lebih tinggi dari nilai buku-nya, selisih lebihnya ini akan masuk ke¬†akun Modal dengan nama Selisih Lebih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Wajib Pajak Tanggal….. Pemberian¬†saham bonus kepada pemegang saham¬†akibat revaluasi aktiva tetap¬†bukan merupakan Objek Pajak.

Kemudian untuk penyusutan aktivanya juga perlu disesuaikan kembali menjadi masa manfaat penuh, dimulai sejak bulan dilakukannya penilaian kembali aktiva tetap.

Pembayaran Pajaknya?

PPh Final atas Revaluasi dibayarkan paling lambat 15 hari setelah akhir bulan keluarnya¬†laporan revaluasi dari KJPP. Kode Akun Pajaknya 411128 dan Kode Jenis Setorannya 416.ūüôā

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: