POLEMIK UNDANG-UNDANG PENANAMAN MODAL ASING

Nama : RINA MUASAROH
NPM : 1206296734
Kelas : F122

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, merupakan sebuah UU yang mengatur tentang mekanisme serta prosedural penanaman modal dan ketentuan-ketentuan mengenai penanaman modal di Indonesia, baik oleh asing maupun dari dalam negeri.

Beberapa substansi UU PMA
a. Tidak ada pemisahan yang jelas antara PMA dan PMDN
Pada penjelasan Pasal 3 ayat (1) huruf d UUPM yang berbunyi, “yang dimaksud dengan “asas perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara”adalah asas perlakuan pelayanan non diskriminasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, baik antara penanammodal dalam negeri dan penanam modal asing maupun antara penanam modal dari satu negara asing dan penanam modal darinegara asing lainnya.”
Pasal ini dimaksudkan agar dengan adanya perlakuan yang sama, maka terjadi persaingan yang sehat antara investor asing dan domestik. Pembangunan ekonomi Indonesia selama ini menekankan pada disiplin anggaran, liberalisasi suku bunga, liberalisasi perdagangan, leberalisasi investasi asing, privatisasi, dan penurunan peran pemerintah. Model pembangunan demikian telah menyebabkan kesenjangan ekonomi yang serius. Hubungan yang terjadi antara usaha besar di bagian atas dan usaha kecil di bagian bawah tidak merupakan hubungan yang adil dimana pengusaha besar, dengan bargainning powernya yang besar dengan kekuatan modal maupun kepemilikan lisensi, telah mengeksploitasi usaha kecil-menengah di bawahnya. Adanya anggapan apabila usaha dari pengusaha besar berkembang maju akan diikuti oleh pengusaha kecil-menengah adalah tidak sesuai dengan fakta lapangan yang ada. Tingginya tingkat entry dan exit kelompok usaha kecil-menengah menunjukkan adanya tingkat kompetensi dan eksploitasi yang sangat tinggi pada pengusaha kecil-menengah.

b. UU Penanaman Modal memberikan peluang bagi investor memindahkan modalnya ke luar negeri kapan pun.
Menurut pasal 8 ayat (1) “Penanam modal dapat mengalihkan asset yang dimilikinya kepada pihak yang diinginkan oleh penanam modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
Pasal ini berpotensi menimbulkan terjadinya pelarian modal dan kepemilikan secara tidak terbatas yang menyebabkan ketidakpastian hukum atas asset. UU Penanaman Modal ini memberikan peluang industri manufaktur memindahkan modalnya ke luar negeri kapan pun. Akibat penutupan industri manufaktur karena perpindahan lokasi usaha ini bisa berdampak pada mudahnya kaum buruh di-PHK, sementara itu pemerintah memfasilitasi kehadiran tenaga kerja asing melalui kemudaha-kemudahan keimigrasian dan fasilitas lainnya. Artinya jaminan pekerjaan bagi buruh akan semakin melemah.

c. Semua bidang usaha/jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang/jenis usaha yang dinyatakan tertutup atau terbuka dengan persyaratan.
Pasal ini menunjukkan ketidak-berpihakan pemerintah pada masalah dan penyelesaian sengketa perburuhan. Mekanisme penyelesaian perselisihan industrial sebaiknya diselesaikan dengan sistem keterwakilan yang seimbang, bukan dengan tripartit yang selama ini komposisinya tidak seimbang.

d. Kemudahan akses investor terhadap tanah.
Menurut Pasal 22 mengenai hak atas tanah bagi penanam modal, kemudahan perijinan Hak Guna Usaha (HGU) dijanjikan sampai jangka waktu 95 tahun, dan dapat diperpanjang di muka sekaligus selama 60 tahun dan diperbarui selama 35 tahun. Pasal ini memberikan kemudahan pelayanan hak atas tanah lebih lama daripada hak atas tanah yang diatur dalam UU Pokok-pokok Agraria, bahkan lebih lama daripada hak atas tanah yang diberikan Pemerintah Kolonial Belanda dalam Agrarische Wet(AW) yang hanya membolehkan jangka waktu penguasaan selama 75 tahun. Pasal 29 UU Pokok-pokok Agraria menyatakan bahwa HGU ini paling lama 25 tahun, dan bagi perusahaan yang memerlukan waktu panjang bisa 35 tahun. Sementara ayat 3 pasal ini menyebut perpanjangan bagi perusahaan dengan waktu paling lama 25 tahun.

Kesimpulan:
Undang-undang No. 25 tahun 2007 ini menunjukkan bahwa Indonesia menganut paham pasar liberalisme dalam sistem perekonomiannya. Karena ketergantungan Indonesia terhadap Negara pendonor (rata-rata Negara maju, yang menganut paham liberalisme) mau tidak mau harus mengikuti kekuatan liberalisme ini walaupun beberapa aturan dalam UU No. 25 tahun 2007 bertentangan dengan semangat dalam pasal 33 UUD 1945.

Saran :

1. Memperbaiki kebijakan investasi dengan merumuskan blue print pengembangan kebijakan investasi kedepan termasuk melakukan revisi terhadap Undang-Undang Penanaman Modal, terutama berkaitan dengan ketentuan perlakuan yang sama terhadap investor, untuk mencegah terjadinya sengketa yang dapat merugikan Negara.
2. Sebaiknya pemerintah melakukan evaluasi terhadap daftar bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan, khususnya untuk bidang-bidang usaha yang investor dalam negeri dapat menanganinya sendiri tanpa perlu bantuan dari investor asing, sehingga perekonomian dalam negeri dapat lebih maju, tentunya hal ini harus sesuai dengan perjanjian internasional yang ada.
3. Menanggapi Pasal 8 ayat 1, seharusnya terdapat ketentuan yang mengatur dana modal harus mengendap di Indonesia selama jangka waktu tertentu.
4. Seharusnya pasal 12 ayat 1 memuat mengenai perlindungan tenaga kerja dalam hal fasilitas, kemudahan akses terhadap kesehatan, jaminan kerja dan keselamatan kerja.
5. Memperbaiki harmonisasi peraturan perundang-undangan antara pusat dan daerah terutama dalam pengembangan (formalisasi) dan operasionalisasi usaha di daerah-daerah dengan mengedepankan prinsip kepastian hukum, deregulasi dan efisiensi dalam biaya dan waktu pengurusan. Pelaksanaan Undang-undang No. 25 Tahun 2007 akan mendapat hambatan bila tidak ada sinkronisasi dalam peraturan perundang-undangan. Tantangan lainnya adalah perlu pengaturan yang lebih jelas mengenai wewenang aparatur perizinan berkenaan dengan penanaman modal di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: