Ar-Rahman&Ar-Rahim (Kasih&Sayang)

Lets Hold Hands Together

 

*******************************************************************************************************************

“Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal niscaya Aku mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat lagi kepada-Ku sehasta niscaya Aku mendekat kepadanya sedepa dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan datang kepadanya sambil berlari”

When we rise in the morning and listen to the radio or read the newspaper, we are confronted with the same sad news: violence, crime, wars, and disasters. We can only conclude that there must be something seriously wrong with our progress and development, and if we do not check it in time there could be disastrous consequences for the future of humanity.
Tak ada yang indah sedikitpun bila kita bicara soal kebencian. Bila kita menuruti ego, yang ada hanyalah marah dan dendam semata. Sejarah selalu mencatat, dalam perjalanan kehidupan peradaban manusia, bahwa semakin berhasil kita dalam mengendalikan ego, maka semakin kita dapat mengendalikan masa depan kita. Tengoklah negeri Afrika Selatan.

Anda tentu sudah mendengar Nelson Mandela. Karena politik apartheid, Mandela dijatuhi hukuman 27 tahun penjara di Pulau Robben. Ia dibebaskan Februari 1990 dan langsung melakukan proses rekonsiliasi dengan semua lawan politiknya. Sepenggal kisah hidupnya dituangkan ke dalam layar lebar.

Setelah berkuasa penuh, Mandela sebenarnya sanggup untuk membalas sakit hatinya pada lawan-lawan politiknya, tapi itu tidak ia lakukan. Mandela malah menggunakan rugby untuk mempersatukan semua orang di negaranya, baik kulit putih maupun hitam. Pada Piala Dunia Rugby 1995, tim rugby Afrika Selatan, yang dikapteni oleh Francois Pienaar yang berkulit putih, memenangi turnamen. Film ini sendiri berdasarkan kisah dari buku ‘Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Changed a Nation’, karya pengarang John Carlin.

Kita bisa lihat sekarang. Di Tahun 2010, Afrika Selatan sukses mengadakan Piala Dunia di negaranya. Warga kulit putih dan hitam bahu membahu mensukseskan acara ini. Kita tak bisa mengesampingkan fakta bahwa Afrika Selatan seperti saat ini berkat kebesaran hati seorang Mandela. Bila Mandela tak memaafkan lawan-lawan politiknya, saat itu, tentu kisah akhir tak akan semanis seperti saat ini.

*****egoisme mampu dikendalikan oleh keimanan*****

“Salaam” or peace has multiple meanings : safety, welfare, prosperity, security, fortune, friendliness. The personalized meaning is reflected in a nonviolent lifestyle, which also describes a relationship between any people characterized by respect, justice and goodwill. -Wikipedia

Keep spreading love, ketika anda merasa marah, marahlah secara kreatif.. Karena marah pun ada seni-nya…

Loving kindness is the seed of happiness, and its considered an antidote to both fear and anger. So..lets be more friendly, more caring, and more understanding..

Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam CINTA – Soe Hok Gie

One response

  1. ” ketika anda merasa marah, marahlah secara kreatif.. Karena marah pun ada seni-nya…”

    1000% a gree…

    marah adalah kesimpulan sementara…
    hasilnya adalah ketika anda selesai marah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: