The Worst ‘Mudik’ Ever

*happened on 22 April 2011*

3 hari libur di pekan ke-3 bulan April 2011 (22, 23 & 24) saya manfaatkan untuk mudik ke Pekalongan, saya berangkat pagi sekitar jam 07.30 dari terminal Lebak Bulus. Saat itu saya lebih suka untuk berpikir praktis, pokoknya saat melihat Bus jurusan Pekalongan AC langsung naik aja…

Dengan bekal snack Taro, air mineral satu botol dan buah Anggur satu pak, ketemulah saya dengan Bus AC Deddy Jaya. Dari outlooking-nya sih sebenernya bus-nya agak butut dikit, tapi daripada nyari2 bus lainnya dan kebetulan udah agak siang, akhirnya saya putuskan untuk ikut saja..apalagi saya liat kursi yang ada, sudah penuh diduduki penumpang, saya pikir tidak lama lagi Bus pasti berangkat.

Dalam perjalanan beberapa kali ketemu dengan titik macet, padahal titik macet tersebut saat mudik lebaran jarang ada.. Sepertinya terjadi perbaikan jalan, sehingga yang tadinya 2 jalur, dialihkan menjadi 1 jalur.. Untunglah saya membawa komik Detective Conan seri ke-60 yang belum sempat saya baca, jadi lumayan bisa membunuh kebosanan saat bus berjalan sangat pelan layaknya siput. Hoohohooyy… lucky me..🙂

Daaaan… tak terasa akhirnya malam pun tiba, padahal kalo perjalanan normal.. harusnya saya sudah sampai di rumah kediaman dengan bahagianya🙂 . Benar2 diluar dugaan, perjalanan baru sampai di Kota Cirebon.. tapi saya mencoba untuk tetap kalem, walopun dalam hati sebenernya gak tenang, apalagi sampe mendirikan solat dzuhur & asar di tempat duduk bis..really2 uncomfortable..

Bus terus berjalan menyusuri jalan pantura, sampailah pada titik klimaks cerita, huuuuuufhhh… entah ban atau carburator atau bagian mesin dari bus yang saya tumpangi mengalami kerusakan di sekitar daerah Tegal. And you know what? That was happening at maybe 8 or 9 o’clock in the night… Setelah beberapa menit menunggu kepastian kapan bus bisa jalan, setelah melihat tanda2 dari penumpang & orang yg mengoperasikan bus.. it seems theres no hope anymore, peluang bus untuk cepat melaju lagi sepertinya bakalan memakan waktu yang lama,,,, so…i couldn’t take it any longer, i just jumped out from the bus, berdiri di pinggir jalan, dengan PeDe melambai2kan tangan ke beberapa bus besar, tapi tidak ada satupun bus yang saya stop berhenti… i almost feel surrender that time T.T.

Tiba2 mata saya tertuju pada arah jam 3, ada 2 orang bapak2 sedang menunggu bus juga, dan salah satu dari mereka menyetop mobil travel yang melintas.. Dengan “survival instinct” saya memberanikan diri ikut dengan ke 2 Bapak tadi… Berbekal dengan keberanian, akhirnya saya duduk di belakang dg bapak yang perokok (alhamdulillah rokoknya dimatikan, karena dia masih memiliki rasa “pekewuh” dg saya, padahal toh kita gak kenal satu sama lain, thx for your respecting attitude sir!) terus bapak yang satunya lagi duduk di depan dengan si supir.

Dalam perjalanan kami ber-4 mengobrol banyak sekali, dan si supir awalnya mengira saya adalah salah satu istri dari 2 orang bapak tadi… yeaaah, no wonder pak Supir, adalah hal yang sangat jarang ditemui, seorang perempuan nekad melakukan aksi turun dari bus, tanpa perencanaan apapun untuk bisa sampai tempat tujuan, sendirian!. Karena saya bukan tipe orang yang pandai berkomentar atau mengarang cerita, akhirnya biar gampang & mengakrabkan suasana, saya cerita ttg diri saya sendiri.. And i didn’t care, when he knew if i am a fiskus at DGT.

Saya cerita bagaimana saya bisa masuk Depkeu dan sebagainya, sementara ke tiga bapak teman perjalanan saya, cerita tentang usaha & bisnis mobil bekas, karena kebetulan si supir ini memang usahanya sebagai makelar jual beli mobil bekas. Sedikit banyak kita sama2 tahu tentang latar belakang kehidupan masing2. Si Supir yang harus menghidupi ke dua puterinya, cerita bagaimana dia tidak melanjutkan sekolah dsb. Disela-sela cerita, kadang mereka menyelipkan beberapa falsafah dalam hidup mereka. Seperti bagaimana memilih antara istri yang cantik atau tidak cantik,pada akhirnya tetep saja mereka yang menanggung makannya, jadi intinya prefer untuk menikahi wanita yang cantik… huuufh,,,tetep yaaak…

Si Supir akhirnya menawarkan untuk mengantar saya sampai dengan depan rumah, saya terima tawarannya, daripada nanti repot lagi. Sebenernya banyak pikiran yang campur aduk selama perjalanan, antara perasaan takut, berani, curious (about what will happen next), weird, shame, i didn’t know how to describe it… finally at 11 PM, i arrived at my home safely.. and i paid him 50.000 rupiahs.. fyuuuuuh… thanks God, for giving me such experience.. i felt so blessed that day.. i never expected i could pass that day.. now i realize, actually i much stronger than i ever expected..and beyond my abilities..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: